Selasa, 28 April 2009

ANDA DAPAT MEMPEROLEH BANTUAN

Solusi dan Pengalaman beberapa penderita  dari Awake!:

'EMPAT puluh sembilan butir pil tidur dalam satu cangkir. Haruskah saya menelannya atau tidak? tanya seorang pria berusia 28 yahun di Swis kepada dirinya sendiri. Istri dan anak-anaknya telah meninggalkan dia, dan ia mengalami depresi berat. Namun, setelah menenggaknya, ia berkata kepada dirinya sendiri, "Tidak. Saya tidak mau mati!' Untunglah dia masih hidup dan dapat menceritakan pengalamannya. Dorongan untuk bunuh diri tidak selalu mengarah ke kematian.
    Tentang percobaan bunuh diri yang dilakukan remaja,  Alex Crosby dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS mengatakan, "Jika Anda dapat menahannya selama beberapa jam saja. Anda dapat menghentikan. Dengan Intervensi, lebih besar kemungkinannya Anda dapat mencegah terjadinya bunuh diri. Anda dapat menyelamatkan nyawa mereka."
    Profesor Hisashi Kurosawa, yang bekerja di Pusat Darurat dan Penyelamatan Kehidupan di Perguruan Tinggi Kedokteran Jepang, membantu ratusan orang yang berkecenderungan bunuh diri memperoleh kembali  keinginannya untuk hidup. Ya, melalui beberapa bentuk intervensi, nyawa dapat diselamatkan. Bantuan apa yang dibutuhkan?

Menghadapi Problem yang Mendasar
    Seperti yang disebutkan dalam artikel sebelumnya, para peneliti mengatakan bahwa 90 persen orang yang melakukan bunuh diri mengalami gangguan psikiatris atau problem penyalahgunaan narkoba dan alkohol. Oleh karena itu, Eve K. Moscicki, dari Lembaga Kesehatan Mental Nasional AS, berkata, "Harapan terbesar untuk mencegah bunuh diri dalam semua kelompok usia adalah pencegahan gangguan mental dan kecanduan."
   Sungguh menyedihkan, banyak orang yang menderita gangguan semacam itu tidak ingin mencari bantuan. Mengapa demikian? "Karena ada prasangka yang kuat dalam masyarakat," komentar Yoshimoto Takahashi dari Lembaga Psikiatri Metropolitan Tokyo. Ia menambahkan bahwa sebagai akibatnya, bahwa orang-orang yang belum menyadari sepenuhnya bahwa mereka kurang sehat ragu-ragu untuk segera mencari perawatan.
    Namun, ada juga yang tidak malu-malu mengakuinya. Hiroshi Ogawa, penyiar televisi terkenal yang sudah menyiarkan acaranya sendiri di Jepang selama 17 tahun, mengakui di depan umum bahwa ia menderita depresi dan bahkan sudah nyaris bunuh diri. "Depresi itu ibarat influenza-nya pikiran," kara Ogawa. Ia menjelaskan bahwa semua orang dapat terserang, tetapi bisa sembuh.

Bicaralah kepada Seseorang
     "Sewaktu seseorang bergelut sendirian dengan problemnya, ia biasanya menganggap problem tersebut terlalu besar dan tak terpecahkan," kata Bela Buda, pejabat kesehatan asal Hongaria yang dikutip sebelumnya. Pengamatan ini meneguhkan hikmat dari peribahasa kuno dalam (e-life guide/buku Panduan Kehidupan yang saya sebut dalam dunia maya ini) Alkitab. "Orang yang mengasingkan diri akan mencari keinginannya yang mementingkan diri; terhadap semua hikmat (hikmat dalam terjemahan lain disebut pertimbangan) yang praktis ia akan meledak".—Amsal/Proverbs 18:1.
    Dengarkan kata-kata bijak itu. Jangan biarkan diri Anda berjuang sendirian dalam menghadapi problem pribadi yang sangat membebani.
Carilah seseorang yang dapat Anda percayai dan yang kepadanya Anda dapat mencurahkan isi hati. 'Tapi' Anda mungkin berkata, 'tidak ada yang bisa saya ajak bicara'.
Menurut seorang profesor kesehatan mental dr. Naoki Sato, banyak yang merasa demikian. Sato mengatakan bahwa pasien-pasien mungkin tidak mau mencurahkan perasaanya kepada orang lain karena mereka tidak ingin menyingkapkan kelemahannya.
    Ke mana seseorang dapat mencari pendengar yang baik? Di banyak tempat, ia dapat memanfaatkan bantuan dari sebuah pusat pencegahan bunuh diri atau sebuah hot line (nomor telepon pengaduan) atau mencari dokter yang bereputasi baik yang khusus menangani problem emosi. Namun beberapa pakar juga mengakui adanya sumber bantuan lain—agama. Bagaimana itu dapat membantu?

Memperoleh Bantuan yang Dibutuhkan
    Marin, seorang yang cacat di Bulgaria, mengembangkan keinginan yang kuat untuk mengakhiri hidupnya. Pada suatu hari, ia tanpa sengaja menemukan jurnal Menara Pengawal publikasi rohani Saksi-Saksi Yehuwa. Ia menyambut undangan dalam majalah itu untuk dikunjungi oleh Saksi-SaksiYehuwa.
Marin menjelaskan hasilnya, "Saya belajar dari mereka bahwa kehidupan adalah karunia dari bapak surgawi kita dan bahwa kita tidak punya hak untuk mencelakakan diri sendiri atau dengan sengaja mengakhiri hidup kita.  Jadi, saya membatalkan keinginan saya sebelumnya untuk bunuh diri dan kembali mengasihi kehidupan!" Marin juga mendapat dukungan yang pengasih dari sidang Kristen (kelompok jemaat Saksi-Saksi Yehuwa). Meskipun masih cacat, ia berkata, "Kehidupan saya sekarang penuh sukacita dan tenteram, serta penuh dengan hal-hal yang menyenangkan untuk dilakukan—bahkan saya tidak punya cukup waktu untuk melakukan semuanya! Saya berutang semua ini kepada Yehuwa dan Saksi-Saksi-Nya." (begitulah pengalaman Marin dari Bulgaria, yang sekarang menjadi salah seorang diantara Saksi-Saksi Yehuwa)
     Pemuda asal Swiss yang disebutkan dibagian awal tadi juga mendapat bantuan dari Saksi-Saksi Yehuwa. Kini ia dapat merasakan  "kebaikan sebuah keluarga Kristen" yang mengajaknya  tinggal bersama mereka. Ia menambahkan, "Kemudian, para anggota sidang [Saksi-Saksi Yehuwa] bergantian mengundang saya untuk bersantap bersama hari demi hari. Yang membantu bukan cuma karena saya diperlakukan dengan ramah, melainkan juga karena saya bisa berbicara kepada seseorang."
    Pria itu sangat dianjurkan oleh apa yang ia pelajari dari Alkitab, khusunya sewaktu ia belajar tentang kasih yang dimiliki Allah yang benar, Yehuwa, bagi umat manusia. (Yohanes 3;16) Memang, Allah Yehuwa bersedia mendengarkan Anda apabila Anda 'mencurahkan hati Anda' kepada-Nya. (Mazmur 62:8) "Matanya menjelajah seluruh bumi", bukan untuk mencari kesalahan orang-orang, melainkan "untuk memperlihatkan kekuatannya demi kepentingan orang-orang yang sepenuh hati terhadapnya". (2 Tawarikh 16:9) Yehuwa meyakinkan kita, "Jangan takut, karena aku menyertai engkau. Jangan melihat ke sana kemari, karena akulah Allahmu. Aku akan membentengi engkau. Aku benar-benar akan menolongmu. Aku benar-banar akan terus memegangmu erat-erat dengan tangan kanan keadilbenaranku."—Yesaya 41-:10
    Sehubungan dengan janji Allah tentang suatu dunia baru, pria dari Swiss itu mengatakan, "Hal itu sangat membantu meringankan beban frustasi saya," Harapan ini yang di gambarkan sebagai 'jangkar bagi jiwa', mencakup janji kehidupan abadi dalam Firdaus di bumi.—Ibrani 6;19; Mazmur 37:10, 11, 29.

Kehidupan Anda Penting bagi Orang Lain
    Memang, Anda mungkin menghadapi situasi yang membuat Anda merasa bahwa Anda benar-benar sendirian dan kalaupun Anda mati, tidak akan ada yang peduli. Tetapi, ingatlah: Merasa sendirian tidak sama dengan sendirian. (There is a big difference between feeling alone and being alone) Pada zaman Alkitab, nabi Elia pernah merasa begitu tertekan dalam kehidupannya. Ia berkata kepada Yehuwa, "Nabi-nabimu telah mereka bunuh dengan pedang, sehingga hanya aku yang tinggal." Ya, Elia merasa benar-benar sendirian—dan itu bukannya tanpa alasan. Banyak rekan nabinya telah di bunuh. Ia sendiri dikejar-kejar maut, dan ia melarikan diri agar tidak terbunuh. Tetapi, apakah dia benar-benar sendirian? Tidak. Yehuwa memberi tahu dia bahwa ada kira-kira 7000 orang yang loyal yang, seperti dia, berupaya dengan setia untuk melayani Allah yang benar di masa-masa kegelapan itu. (1 Raja 19:1-18)
Namun, bagaimana dengan Anda? Mungkinkah kesendirian itu hanya perasaan Anda saja?

Bagaimana Anda Dapat Membantu Seseorang yang Tampaknya Berkecenderungan Bunuh Diri? * lihat catatan kaki

Menghadapi perasaan enggan dan kecil hati untuk mendekat kepada Pencipta kehidupan # lihat catatan kaki


   Ada orang-orang yang mempedulikan Anda, Pikirkan orang tua Anda, teman hidup Andaanak-anak Anda, dan teman-teman Anda. Dan, masih ada banyak lagi. Dalam sidang Saksi-Saksi Yehuwa. Anda dapat menemukan orang-orang Kristen yang matang, yang berminat pada Anda dengan sabar, dan yang akan berdoa bersama Anda dan bagi Anda. (Yakobus 5:14, 15) Dan, bahkan jika semua manusia yang tidak sempurna mengecewakan Anda, masih ada pribadi yang tidak akan pernah meninggalkan Anda. Raja Daud berkata, "Apabila bapakku sendiri dan ibuku sendiri meninggalkan aku, Yehuwa akan menerima aku." (Mazmur 27:10) Ya, Yehuwa 'memperhatikan Anda' (1 Petrus 5:7) Jangan pernah lupa bahwa Anda berharga di mata Yehuwa.
    Kehidupan adalah karunia dari Allah. Memang, adakalanya kehidupan mungkin terasa seperti beban, bukannya karunia. Namun, dapat Anda membayangkan . Bagaimana perasaan Anda seandainya Anda memberikan suatu hadiah berharga kepada seseorang yang kemudian membuangnya sebelum ia benar-benar menggunakannya? Kita, manusia yang tidak sempurna, bisa dikatakan belum menggunakan karunia kehidupan. Sebenarnya Alkitab menunjukan bahwa kehidupan yang kita jalani sekarang ini bahkan bukanlah "kehidupan yang sebenarnya" di mata Allah (1 Timotius 6:19) Ya, dalam waktu dekat, kehidupan kita akan jauh lebih bermakna, lebih sempurna, dan lebih menggembirakan. Mengapa demikian?
    [Berikut janji nyata yang di jamin dalam buku panduan kehidupan] Alkitab mengatakan,
"[Allah] akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan kematian tidak akan ada lagi, juga tidak akan ada lagi perkabungan atau jeritan atau rasa sakit. Perkara-perkara yang terdahulu akan berlalu." (Penyingkapan/Revelation 21:3, 4). Cobalah bayangkan, seperti apa kehidupan Anda kelak sewaktu kata-kata itu digenapi. Bayangkan sejelas-jelasnya. Cobalah ciptakan gambaran mental yang bermakna dan penuh warna. Gambaran itu bukanlah khayalan yang hampa. Seraya Anda merenungkan cara (Pencipta) Yehuwa berurusan dengan umat-Nya di masa lampau, keyakinan Anda kepada-Nya akan bertumbuh dan gambaran itu dapat menjadi semakin nyata bagi Anda.—Mazmur 136:1-26.
   Mungkin dibutuhkan beberapa waktu sampai Anda sepenuhnya memulihkan hasrat Anda untuk hidup. Teruslah berdoa kepada 'Allah segala penghiburan, yang menghibur kita dalam semua kesengsaraan kita' (2 Korintus 1:3, 4; Roma 12:12; 1 Tesalonika 4:17) Yehuwa akan memberi Anda kekuatan yang Anda butuhkan. Ia akan mengajar Anda bahwa Kehidupan memang berharga.—Yesaya 40:29. Dipersiapkan oleh Awake! dan sebagaimana di sadur kembali oleh IBLOGRONNP.COM di edit oleh Ronald Nicolasp. "Kita ini memang ibarat peralatan ciptaan yang membutuhkan manual book bila terjadi kerusakan, dan kita butuh sang Penciptanya untuk memperbaikinya." Ronnp.

Nyatakan keinginan Anda di ruang Komentar paling bawah jika Anda membutuhkan artikel bahasa Indonesia terkait yang berjudul "Apakah Anda Kehilangan Seseorang yang Dikasihi akibat Bunuh Diri?"
Ronnp







______________________

* Apa yang hendaknya Anda lakukan sewaktu seseorang memberitahu Anda bahwa ia ingin bunuh diri? "Jadilah pendengar yang baik," demikian nasihat pusat pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC). Biarkan ia mengutarakan perasaannya. Namun dalam banyak kasus, orang yang berkecenderungan bunuh diri biasanya menarik diri dan tidak komunikatif. Sadarilah bahwa kesedihan dan keputusasaan yang sedang ia rasakan  benar-benar nyata. Jika Anda dengan hati-hati menyebutkan beberapa perubahan tertentu yang Anda amati dalam perilakunya, Anda dapat menggerakan dia untuk membuka diri dan mencurahkan perasaannya kepada Anda.
  
  Sewaktu mendengarkan, perlihatkanlah impati. "Sangat penting untuk menekankan bahwa kehidupan orang itu penting bagi Anda dan orang lain," kata CDC. Beri tahulah dia bahwa kalau dia mati, Anda maupun orang-orang lain akan merasa sangat hancur. Bantulah orang tersebut untuk melihat bahwa Penciptanya memepedulikan dia—1 Petrus 5:7
      Para pakar juga menyarankan agar Anda menyingkirkan apa pun yang mungkin dapat digunakan orang tersebut untuk bunuh diri
khususnya pistol. Jika situasinya tampak serius, Anda dapat menganjurkan orang tersebut untuk mencari penanganan medis. Dalam kasus-kasus yang ekstrem, Anda tidak punya pilihan lain selain memanggil sendiri layanan medis darurat.


# Apakah Allah Akan Mengampuni Saya atas Perasaan Saya Ini?
Bergaul dengan SAksi-Saksi Yehuwa telah membantu banyak orang mengatasi pikiran-pikiran ingin bunuh diri. Namun, tidak seorang pun dewasa ini kebal terhadap kenyataan hidup yang menekan atau terhadap depresi. Orang-orang Kristen yang pernah berpikir untuk mengakhiri hidupnya seringkali merasa terganggu oleh perasaan bersalah yang mendalam karena mereka punya pikiran seperti itu. Rasa bersalah itu mungkin hanya menambah beban mereka. Jadi, bagaimana perasaan demikian dapat di tanggulangi?
Patut diperhatikan bahwa beberapa pria dan wanita setia di zaman Alkitab mengungkapkan perasaan yang sangat negatif terhadap kehidupan. Ribka, istri sang patriak Ishak, pernah merasa begitu tertekan akibat suatu problem keluarga sampai-sampai dia mengatakan, "Aku telah membenci hidupku ini." (Kejadian 27:46) Ayub, yang menderita karena kehilangan anak-anaknya, kesehatannya, kekayaannya, kedudukan sosialnya, berkata, "Jiwaku benar-benar merasa sangat jijik terhadap kehidupanku." (Ayub 10:1) Musa pernah berseru kepada Allah, "Bunuh sajalah aku." (Bilangan 11:15) Elia, seorang nabi Allah, pernah berkata, "Cukuplah! Sekarang!, oh Yehuwa, cabutlah jiwaku." (1 Raja 19:4) Dan, nabi Yunus berulang kali mengatakan, "Lebih baik aku mati daripada aku hidup." (Yunus 4:8)
Apakah Yehuwa mengutuk pribadi-pribadi ini karena perasaan yang mereka miliki? Tidak, Ia bahkan menyimpan ungkapan perasaan mereka dalam Alkitab (Panduan Kehidupan kita ini) Namun, penting untuk diperhatikan bahwa tidak satu pun dari hamba-hamba yang setia itu membiarkan perasaan mereka mendorong mereka untuk bunuh diri. Yehuwa memandang mereka berharga; Ia ingin agar mereka hidup. Bahkan, Allah peduli terhadap kehidupan orang-orang fasik. Ia mendesak mereka untuk mengubah jalan-jalannya dan "tetap hidup". (Yehezkiel 33:11) Alangkah terlebih lagi ia menginginkan orang-orang yang begitu ingin mendapat perkenan-Nya untuk tetap hidup!
Allah telah menyediakan korban tebusan putra-Nya (How Jesus Can Change Your Life), sidang Kristen
, Alkitab, dan hak istimewa doa. Jalur komunikasi dengan Allah ini—doa—tidak pernah bernada sibuk. Allah dapat dan akan mendengar semua orang yang menghampiri dia dengan rendah hati dan tulus. "Karena itu, biarlah kita dengan kebebasan bicara mendekati tahta kebaikan hati yang tidak selayaknya diperoleh, agar kita memperoleh belas kasihan dan menemukan kebaikan hati yang tidak selayaknya diperoleh untuk mendapat
pertolongan pada waktu yang tepat."—Ibrani 4:16.









Arsip Blog