Mengenali Akarnya
[Sambungan dari halaman (click) ini]......
Teman Bergaul. Manusia pada dasarnya suka bergaul, dan hal ini baik. [Buku Panduan Kehidupan] malah mengatakan bahwa “orang yang mengasingkan diri akan mencari keinginan yang mementingkan diri” dan bahkan akan mengabaikan hikmat yang masuk akal. (Amsal 18:1)
Namun, kita harus memilih teman bergaul kita dengan bijaksana, karena mereka bisa memberikan pengaruh sangat kuat atas diri kita. Karena itu, orang tua yang bijaksana sangat berminat akan siapa teman bergaul anak mereka. Penelitian memperlihatkan bahwa anak yang baru berusia tiga tahun saja bisa mengembangkan prasangka rasial, yang mereka serap dari sikap, kata-kata, dan gerak gerik orang lain. Tentu saja, orang tua sendiri harus berupaya sebisa-bisanya untuk menjadi pengaruh yang baik bagi anak-anak kecil mereka, mengingat bahwa pengaruh orang tua biasanya adalah faktor yang paling ampuh untuk membentuk nilai-nilai si anak.
· Apa yang Alkitab katakan? “Ajarlah anak laki-laki [atau perempuan] sejak dini untuk melangkah di jalan yang benar, dan bahkan pada usia lanjut ia tidak akan meninggalkannya.” (Amsal 22:6, The New English Bible) “Ia yang berjalan dengan orang-orang yang berhikmat akan menjadi berhikmat, tetapi ia yang berurusan dengan orang-orang bebal akan mengalami kemalangan.” (Amsal 13:20) Apabila Anda punya anak, tanyaillah diri Anda, 'Apakah saya mengarahkan anak-anak saya di jalan yag benar dan adil dalam pandangan [Pencipta]? Apakah saya menjadi pengaruh yang baik atas orang-orang lain? Begitu juga sebaliknya?'~Amsal 2:1-9
Nasionalisme. Sebuah kamus mendefinisaikan nasionalisme sebagai “Perasaan kesadaran kebangsaaan yang mengunggulkan satu bangsa di atas semua bangsa lain dan terutama menitikberatkan upaya untuk memajukan kebudayaan serta kepentingan sendiri ketimbang kebudayaan atau kepentingan bangsa-bangsa lain”. Ivo Duchacek, seorang profesor ilmu politik, mengatakan dalam bukunya, Conflict and cooperation Among Nations, “Nasionalisme memecah- belah kemanusiaan menjadi unit-unit yang sama-sama tidak toleran. Akibat orang menganggap kebangsaannya, yaitu sebagai orang Amerika, Rusia, Cina, Mesir, atau Peru, lebih penting daripada kodratnya sebagi manusia”. (seperti dalam butir 1 deklarasi tentang Hak Asasi Manusia diatas) Seorang mantan sekretaris jenderal PBB menulis, “Begitu banyak problem (global) yang kita hadapi dewasa ini merupakan akibat, atau hasil, dari sikap yang keliru~beberapa diantaranya telah dianut hampir tanpa sadar. Salah satunya adalah konsep nasionalisme yang picik~'benar atau salah, tetap negaraku'.
· Apa yang Alkitab katakan? Ayat kunci terdapat dalam Yohanes 3:16 menyingkapkan perasaan Allah~bahwa Ia mengasihi setiap orang [seluruh umat manusia]. “Allah tidak berat sebelah, tetapi orang dari bangsa manapun yang takut kepadanya dan mengerjakan keadilbenaran diperkenan olehnya.” (Kisah 10:34, 35) Tanyailah diri Anda, 'Jika kasih Allah tidak berat sebelah~menerima orang-orang dari semua bangsa, termasuk saya~tidakkah seharusnya saya seharusnya berupaya meniru Dia, khususnya jika saya mengaku menghormati Dia?'
Rasialisme. Orang rasialis percaya “bahwa ras adalah penyebab adanya perbedaan dalam karakter atau kemampuan atau kemampuan manusia dan bahwa ras tertentu lebih unggul dari ras lain”, kata sebuah kamus. Namun, sebagaimana dikatakan dalam The World Book Encyclopedia, para periset “tidak menemukan dasar ilmiah apa pun untuk pengakuan tentang keunggulan [rasial] demikian”. Ketidakadilan mencolok yang berkembang karena rasialisme, seperti secara sistematis merampas hak sesama mereka, merupakan bukti yang menyakitkan bahwa rasialisme bertumpu pada kepalsuan dan kekeliruan.
· Apa yang Alkitab katakan? “Kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” (Yohanes 8:32) “Dari satu orang [Allah] menjadikan setiap bangsa manusia.”(Kisah 17:26) “Cara Allah melihat tidak seperti cara manusia melihat, karena manusia melihat apa yang tampak di mata; tetapi Yehuwa, ia melihat bagaimana hatinya.” (1 Samuel 16:7) Tanyai diri Anda, 'Apakah saya berupaya memandang semua orang seperti cara memandang? Apakah saya berupaya mengetahui seperti apa sebenarnya orang-orang lain itu?~mungkin dari ras atau kebudayaan yang berbeda~dengan mengenal mereka secara pribadi? Sewaktu kita mengenal seseorang dengan lebih baik, kita lebih mudah menyingkirkan pandangan umum yang salah.
Agama. Buku The Nature of Prejudice mengatakan, “Mau tidak mau timbul rasa muak apabila orang menggunakan agama mereka untuk membenarkan [pengejaran yang mementingkan diri] dan kepentingan etniknya sendiri. Saat itulah agama dan prasangka berpadu.”
Menurut buku yang sama, yang terutama mengejutkan adalah betapa mudahnya orang-orang yang religius “tampaknya tergelincir dari sikap saleh menjadi sikap berprasangka”. Bukti yang mendukung kata-kata tersebut dapat di lihat dari gereja-gereja yang eksklusif untuk ras tertentu, kebencian dan kekerasan antar sekte, dan berbagai tindakan teror yang dipicu oleh agama.
· Apa yang Alkitab katakan? “Hikmat yang datang dari atas [dari Allah] adalah.... suka damai, bersikap masuk akal,.... tidak membeda-bedakan orang.” (Yakobus 3:17) “Para penyembah yang benar akan menyembah bapak dengan roh dan kebenaran [religius].” (Yohanes 4;23) “Kasihi musuh-musuhmu dan..... berdoalah bagi orang-orang yang menganiaya kamu.” (Matius 5:44) Tanyai diri Anda, 'Apakah agama saya menggalang kasih yang tulus kepada semua orang, bahkan terhadap orang-orang yang mungkin ingin menyakiti saya? Apakah pintu-pintu gereja saya terbuka bagi berbagai macam orang, tidak soal kebangsaan, warna kiulit, gender, penghasilan, atau status sosial?'
Kesombongan. Dalam bentuk harga diri yang belebihan atau keangkuhan, kesombongan bisa membuat orang lebih rentan terhadap prasangka. Sebagai contoh, kesombongan bisa membuat orang cenderung menganggap hina atau merasa diri lebih unggul daripada orang yang kurang berpendidikan atau miskin secara materi. Itu juga bisa membuatnya cenderung percaya pada propaganda yang meninggikan bangsa dan etniknya. Para propgandis yang pintar seperti diktator Adolf Hitler, telah dengan sengaja memupuk kebanggaan akan bangsa dan ras untuk menggalang dukungan massa untuk mencoreng reputasi orang-orang yang dianggap berbeda atau tidak diinginkan.
· Apa yang Alkitab katakan? Setiap orang yangberhati sombong memuakan bagi Yehuwa.”(Amsal 16:5) “[Jangan] melakukan apapun karena sifat suka bertengkar atau karena menganggap diri penting, tetapi dengan rendah hati, [anggaplah] orang lain lebih tinggi daripada kamu.”(Filip 2:3) Tetapi tanyai diri Anda, 'Apakah saya secara diam-diam senang mendengarkan sanjungan tentang kelompok ras atau etnik saya sendiri atau komentar yang bersifat menghina tentang kelompok lain? Apakah saya cenderung merasa dengki terhadap orang-orang yang mempunyai bakat-bakat yang tidak saya punyai, atau apakah saya dengan tulus merasa senang dengan kecakapan mereka?
Ya, untuk alasan baik Alkitab menasihati, “Lebih daripada semua hal lain yang harus dijaga, jagalah hatimu, karena dari situlah keluar sumber kehidupan.”(Amsal 4:23) Maka anggaplah hati Anda benar-benar berharga, dan jangan biarkan apapun merusaknya! Sebaliknya, isilah hati Anda dengan hikmat dari Allah. Hanya dengan cara inilah, 'kesanggupan berpikir dan daya pengamatan akan melindungi Anda, agar Anda terlepas dari jalan yang jahat, dari orang yang mengatakan hal-hal sesat'.~Amsal 2:10-12
Namun, apa yang bisa Anda lakukan jika Anda menjadi korban prasangka atau diskriminasi? Artikel berikut akan mengulas masalah ini.
Awake! Agustus 2009.
Artikel Selengkapnya yang di unduh dari Sedarlah! Agustus 2009: Untuk membacanya Anda bisa copy paste dan perbesar halaman-halaman di bawah ini atau click code scan yang tersedia:


